Rabu, 23 Oktober 2013

3 SPBU yang Jadi Uji Coba Sistem Beli BBM Subsidi Pakai Non Tunai


Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan melakukan uji coba sistem pembelian BBM subsidi dengan cara non tunai di 3 SPBU di Jakarta dan Kota Tangerang. Rencananya mulai diterapkan pada pekan ini namun belum ditentukan tanggalnya.

"Ada 3 SPBU yang minggu ini kami terapkan uji coba sistem wajib beli BBM subsidi dengan cara non tunai atau wajib menggunakan kartu perbankan," ujar Sekretaris BPH Migas Djoko Siswanto usai rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (23/10/2013).

Djoko mengungkapkan ke tiga SPBU tersebut yakni SPBU Coco (milik Pertamina) Jl Sultan Iskandar Muda Kebayoran Lama (Pondok Indah), SPBU di Jl Fatmawati Jakarta Selatan dan satu lagi di SPBU Kota Tangerang.

"Di tiga SPBU tersebut tidak boleh lagi membeli BBM subsidi menggunakan uang tunai," ujarnya.

Sehingga masyarakat yang ingin membeli BBM subsidi diwajibkan menggunakan kartu non tunai yang dikeluarkan oleh perbankan yang bisa digunakan untuk transaksi non tunai.

"Kartunya ya pakai kartu yang ada saat ini seperti kartu ATM, kartu kredit atau kartu e-money seperti e-toll card atau kartu Flazz," jelas Djoko.

Sementara itu, Vice President Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Iskandar mengatakan 3 SPBU tersebut sebelumnya memang tidak menjual BBM subsidi, khusus adanya uji coba ini maka akan menjual BBM subsidi.

"Sebagai uji coba 3 SPBU tersebut akan kami isi BBM subsidi, namun pembelian BBM subsidinya wajib pakai kartu non tunai," katanya.

Iskandar menjelaskan ketiga SPBU itu tepatnya di SPBU Pondok Indah, SPBU jalan Fatmawati No 5 Gandaria dan SPBU Jl Harsono-Modernland, Tangerang.

"Kapan akan diberlakukan kita tunggu instruksi dari pemerintah kapan siapnya, karena kami (Pertamina) menyediakan tempat saja, spanduk serta sosialisasinya dilakukan oleh Pemerintah," tutupnya.






sumber: detik.com
Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 23/10/2013 15:57 WIB - http://finance.detik.com/read/2013/10/23/155736/2393578/1034/ini-dia-3-spbu-yang-jadi-uji-coba-sistem-beli-bbm-subsidi-pakai-non-tunai






Analisis:
Kebijakan BPH Migas dan Pemerintah yang mewajibkan para konsumen BBM bersubsidi di jakarta untuk membayar dengan non tunai menimbulkan pro dan kontra dari para masyarakat pastinya dan bukan tidak mungkin kebijakan ini akan meluas untuk provinsi- provinsi lainnya.Menurut informasi yang saya dapat, tujuan pemerintah menerapkan kebijakan ini adalah untuk mengontrol pemakaian bahan bakar, tidak hanya untuk BBM subsidi, tetapi untuk pemakaian BBM secara keseluruhan. Seperti yang telah terlansir di tulisan atas bahwa untuk membayar BBM subsidi para konsumen tidak diperbolehkan untuk membayar dengan tunai, dan diharuskan untuk membayar non tunai seperti: ATM, kartu kredit, kartu e-money seperti e-toll card atau kartu Flazz. Sangat jelas kalau para konsumen harus mempunyai Account di bank- bank yang bekerja sama dengan pemerintah agar dapat mempunyai ATM dan kartu lainnya. Dan sudah dapat dikatakan juga kalau pemerintah menggunakan kebijakan ini untuk membantu dibagian Perbankan.

Menurut saya dari kebijakan sistem pembelian non tunai untuk BBM bersubsidi sangat asing dikalangan masyarakat, dan tentu hal ini membuat masyarakat bingung dan banyak yang merasa dirugikan, sehingga pemerintah dan BPH Migas membuat pengujian sistem beli BBM Subsidi Non tunai terlebih dahulu pada 3 SPBU yang ada dijakarta. Seperti yang kita ketahui kalau para konsumen BBM Bersubsidi itu adalah kalangan menengah kebawah yang kebanyakan memiliki kendaraan bermotor roda 2, dan untuk roda 4 pun lebih banyak sebagai Angkutan kota dan transportasi lainnya yang justru berpenghasilan pas- pasan. Saya tidak yakin kalau sebagian besar dari mereka mempunyai rekening tabungan di bank dan mereka langsung membuat rekening itu di bank. ada faktor- faktor yang dapat merugikan masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah tersebut. Kita ambil contoh saja jika tukang ojek yang berpenghasilan pas- pasan untuk membiayai keluarganya apa mungkin dia juga rela kalau sebagian uangnya dipotong untuk biaya potongan rekening tabungan di bank? Dia mengisi kendaraannya dengan BBM bersubsidi sebanyak 1 liter yang biayanya sekarang 6500 rupiah, sedangkan potongan di bank 7500 rupiah? Perbandingan yang tidak seimbang menurut saya jika hal itu terjadi. Kebijakan ini justru bisa merugikan masyarakat yang sudah terbiasa melakukan pembayaran dengan uang tunai. Memang kebijakan pembayaran dengan Non tunai ini dapat menguntungkan Pemerintah dan Perbankan, karena sistem ini dapat memudahkan Pemerintah untuk mengetahui jumlah penggunaan BBM dan pengawasan penggunaan BBM subsidi, namun tetap saja Pemerintah harus melihat respon masyarakat tentang program ini untuk dipertimbangkan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar