Senin, 30 Desember 2013

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 19 Triliun untuk BPJS

Bogor -Pemerintah siap meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 31 Desember 2013 besok. Sebanyak 12 Peraturan Pemerintah (PP) dan 5 Peraturan Presiden (Perpres) untuk pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) telah disiapkan.

"12 Peraturan Pemerintah sudah siap dan 5 Peraturan Presiden sudah siap," ujar Presiden SBY di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (30/12/2013).

SBY menjelaskan bahwa program BPJS tersebut diperuntukkan seluruh rakyat Indonesia dengan prioritas masyarakat miskin. SBY menyebut masyarakat yang tergolong miskin dan rentan jumlahnya mencapai 86,4 juta jiwa.

"Mereka yang kita utamakan sebenarnya. Demikian, bantuan kesehatan dan pelayanan kesehatan ini nanti seluruh WNI akan berada dalam sistem ini dapat bantuan kesehatan tapi pemerintah. Diprioritaskan 86,4 juta saudara kita yang tergolong miskin dan rentan ini mendapatkan pelayanan yang semestinya," paparnya.

SJSN ini memiliki konsep dasar seperti asuransi. Masyarakat yang tidak mampu tersebut nantinya akan ditanggung oleh pemerintah. "Inilah makna keadilan. Masyarakat yang mampu bayar asuransi, yang tidak mampu pemerintah yang bayar," tutur SBY.

Untuk SJSN ini pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 19,93 triliun. Anggaran tersebut sudah masuk dalam APBN 2014 ."Uang itu untuk itu (masyarakat tak mampu), untuk saudara-saudara kita berkategori itu," jelasnya.

SBY juga telah mendapat laporan dari menteri dan pejabat terkait dalam ratas yang digelar sejak pagi di Istana Bogor soal fasilitas kesehatan dan mekanisme kerjanya telah siap. Meski begitu SBY meminta agar dilakukan pengelolaan dan pengawasan sebaik-baiknya agar program tersebut berjalan sukses.

"Kalau impelentasinya ada kekurangan hambatan dan masalah, biasanya ada karena ini program baru, saya ingin dikelola dan dicarikan jalan keluarnya. Segeralah diatasi. Dalam hal ini kolaborasi dan sinergsi semua pihak sungguh diperlukan," imbaunya.
(mpr/dru)



Mega Putra Ratya - detikfinance
Senin, 30/12/2013 16:23 WIB
 
 
Analisis:
Saya sangat pengapresiasi kebijakan pemerintah tentang BPJS, ini sangat baik untuk rakyat yang tidak mampu, dengan adanya BPJS ini maka rakyat dapat dibantu dalam segi keuangan. Semoga Pemerintah melakukan kebijakan- kebijakan yang lain yang dapat menguntungkan rakyat, terlebih rakyat kecil
 

Jumat, 27 Desember 2013

Kapok Bisnis MLM, Angga Sukses Usaha Batagor Beromzet Ratusan Juta

Jakarta -Setiap pengalaman pasti selalu ada hikmahnya, termasuk pengalaman pahit yang dialami Angga Januar K. Ia merasakan pengalaman sangat pahit berkali-kali gagal dalam berbisnis.

Pengalaman kebangkrutan pertama terjadi pada 2003, Angga dan ibunya tergiur bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang menjanjikan dengan berbagai bermacam bonus menggiuarkan mulai dari mobil mewah hingga rumah megah.

Ternyata gambaran yang serba manis tersebut tidak semanis kenyataannya. Keberanian mereka dalam menggelontorkan uang untuk Usaha MLM tersebut justru membuat mereka kehilangan mobil dan rumahnya di Cimahi, Jawa Barat. Harta benda mereka tersebut terpaksa dijual untuk menutupi kerugian bisnis MLM.

Kegagalan terjadi lagi ketika mereka mulai merintis Usaha baru di bidang konveksi. Angga tertipu oleh salah seorang konsumen dari Kalimantan. Usaha konveksi ini terpaksa juga ditutup karena kehabisan modal.

"Kejadian itu terjadi di tahun 2005, konsumen baru bayar DP (uang muka) 25 % untuk order dari konveksi saya. Setelah seluruh ordernya selesai dan dikirim, orang yang order tidak bisa dihubungi lagi," tutur Angga seperti dikutip dari myoyeah, Jumat (27/12/2013)

Ia terus memutar otaknya mencari bidang Usaha baru yang kira-kira bisa cepat menghasilkan. Angga curhat kepada bapaknya yang kebetulan adalah seorang akuntan di sebuah bank swasta.

"Papa tinggal punya sisa tabungan Rp 20 Juta untuk keluarga waktu itu," Angga.

Menurut Angga, bapaknya menyarankan bisnis yang putaran uangnya cepat adalah usaha makanan. Kemudian ia terpikir untuk berbinis batagor karena penggemar batagor.

"Papa mengaudit rencana anggaran Usaha yang saya bikin. Awalnya rencana anggaran itu mencapai angka Rp 15 Juta. Setelah Papa koreksi dan memberi saran untuk mencari bahan baku dan alat-alat yang paling murah, modal awal usaha ini ternyata hanya butuh Rp 6 Juta," katanya.

Angga tidak butuh waktu terlalu lama untuk bangkit dari keterpurukan. Dua tahun setelah kebangkrutan parah di bidang Usaha konveksi, dengan modal awal Rp 6 Juta mereka memulai usaha baru.

Tepatnya, pada Februari 2007 mereka meluncurkan produk dan brand Batagor Hanimun. Ada satu pelajaran penting yang didapat dari dua keterpukurukan usaha yang dia jalankan.

"Ya, saya menyadari kalau waktu dulu kami buruk dalam hal manajemen," katanya.

Selain membenahi manajemen, ada satu lagi strategi yang dipilih Angga yaitu mengikuti pameran. Angga sangat rajin mengikuti pameran, khususnya yang diadakan di Bandung. Saking rajinnya, dia mendapat julukan yang agak nyeleneh dari teman-temannya yaitu jurik pameran alias hantu pameran.

Alasan Angga sebenarnya sangat masuk akal, karena pameran adalah ajang promosi plus untuk menggaet konsumen berjumlah besar dalam waktu singkat. Dibanding penjualan produk harian terutama waktu masih dengan mobil keliling, jumlah penjualan di ajang pameran meningkat pesat. Bukan 2-3 kali besarnya, tapi bisa belasan kali dibanding penjualan reguler.


myoyeah - detikfinance
Jumat, 27/12/2013 10:51 WIB
 
 
Analisis:
Saya cukup salut dengan Angga, dia adalah seorang pekerja keras dan selalu mau untuk belajar, hal seperti ini yang patut dicontoh, dengan usaha kerasnya kini dia sudah bisa mendapatkan omset dengan bisnis menjual makanan tanpa harus lelah mencari orang untuk menawarkan barang- barang (MLM).

Jero: 2014 Pemerintah Akan Pasang 95.100 Listrik Gratis Untuk Masyarakat Miskin

Jakarta -Pemerintah terus mendorong elektrifikasi (tingkat daerah yang terlistriki) pada 2014 mencapai di atas 81,5%. Salah satu langkah agar elektrifikasi meningkat, pemerintah akan memberikan bantuan pemasangan listrik gratis untuk 95.100 kepala keluarga miskin.

"Rasio elektrifikasi tahun 2012 sebesar 79,3%, namun pada tahun ini rasio elektrifikasi kita naik menjadi 80,4%, sedangkan pada 2014 kita targetkan rasio elektrifikasi mencapai 81,5%," ungkap Menteri ESDM Jero Wacik pada acara Kilas Balik Sektor ESDM Tahun 2013, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/12/2013).

Jero mengatakan, tahun ini program listrik gratis untuk masyarakat miskin dan nelayan sudah mencapai 94.230 kepala keluarga. "Tahun depan program listrik gratis akan terus digalakkan, pada 2014 ditargetkan pemasangan listrik gratis akan mencapai 95.100 kepala keluarga dari keluarga miskin dan nelayan," ucap Jero.

Pada kesempatan itu, Jero menambahkan, saat ini kapasitas terpasang listrik yang dimiliki Indonesia sudah mencapai 46.428 megawatt (MW).

"Dari total 46.428 MW, 74,08% disediakan PLN, 22,19% dari IPP (Independent Power Producers/pembangkit listrik milik swasta) dan 3,72% dari PPU," katanya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi untuk Papua sampai saat ini baru 36,09%, NTT masih 54,36%, NTB masih 63,66%, Maluku 77,88%, dan Sulawesi Tenggara (Sultra) 62,35%.




Rista Rama Dhany - detikfinance
Jumat, 27/12/2013 18:00 WIB
 
 
 
Analisis:
Saya sangat mendukung rencana pemerintah untuk memasang listrik gratis untuk masyarakat miskin, semoga rencana ini bukan hanya janji, tetapi dibuktikan agar supaya masyarakat miskin juga dapat menikmati listrik dengan "Gratis".