Selasa, 07 Januari 2014

TUGAS 3

Membuat Kerangka Karangan

Judul                               : Bahaya Rokok Pada Remaja
Kata Pengantar
Daftar Isi 
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
      1. Apa dampak dari merokok?
      2. Zat apa yang terkandung didalamnya dan apa yang paling berbahaya?
      3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok disekolah
      4. Apa faktor 
penyebab perilaku merokok pada remaja?
1.3. Tujuan Penelitian
      1. 
Untuk mengetahui Bahaya merokok. 
      2. 
Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
      3. 
Untuk mengetahui apa itu rokok.
1.4. Manfaat Penelitian
     1. Bagi Pembaca Karya Ilmiah
     2. Bagi Universitas XXX
     3. Bagi Penulis
Bab II : Landasan Teori
2.1. Pengertian Rokok
2.2. Dampak dari Merokok
2.3. Faktor Penyebab merokok pada Remaja
2.4. Upaya Mengatasi Rokok
Bab III : Metodelogi Penelitian
3.1. Objek Penelitian
3.2. Data dan Variabel yang digunakan
3.3. Metode Pengumpulan Data
3.4. Alat Analisis yang Digunakan
Bab IV : Pembahasan
4.1. Zat yang terkandung dalam Rokok
4.2. 
Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
4.3. 
Reaksi pembakaran rokok
4.4. R
okok dan proses penguapan uap air dan nikotin
4.5. 
Tar dan Asap Rokok
4.6. 
Gas CO (Karbon Mono Oksida)
4.7. 
Nikotin dan kerja nikotin
Bab V : Penutup
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

Kisah Sido Muncul Jualan Jamu ke Luar Negeri Hingga Melantai di Bursa Saham

Jakarta -PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) merupakan satu-satunya perusahaan jamu Indonesia yang melantai di bursa saham tanah air. Selain ingin memperoleh suntikan modal, langkah Sido Muncul ini juga untuk menunjukkan eksistensinya di pasar global.

Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan pihaknya saat ini mampu tumbuh menjadi perusahaan jamu modern dan raksasa dengan 200 jenis produk. Bahkan pangsa pasar produk Sido Muncul seperti Tolak Angin hingga kopi tembus berbagai belahan dunia seperti ASEAN, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah dan Afrika.

"Sekarang Anda lihat semua jamu diekspor ke mana-mana bahkan diimpor negeri-negeri maju. Bahkan mereka yang berpergian seperti wisatawan banyak yang bawa Tolak Angin. Saya rasa masa depan industri jamu akan bersinar," Irwan saat diskusi di Rumah Makan Sari Kuring SCBD Jakarta, Sabtu (4/1/2014).

Irwan bercerita saat memperkenalkan produk unggulan perusahaan yakni jamu cair Tolak Angin pada tahun 1990an. Respons pasar dan industri farmasi dan jamu sangat negatif.

Berkat kerja keras tim di Sido Muncul, jamu Tolak Angin menjadi idola di dalam dan luar negeri serta banyak diikuti oleh industri farmasi Indonesia.

"Kalau rasanya enak dan mengolahnya benar secara logika pasti laku. Kita menemukan dan waktunya tepat pasti jamu jadi produk luar biasa seperti produk Tolak Angin. Tahun 90-an mana ada yang mau buat produk jamu masuk angin. Sekarang pabrik farmasi pada buat," sebutnya.

Dengan ketekunan, Irwan yang bergabung pada tahun 1970-an, itu mulai bekerja di Sido Muncul yang masih dianggap perusahaan kecil dengan omset Rp 900.000 per bulan



Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Sabtu, 04/01/2014 17:25 WIB





Analisis: Perusahaan asli indonesia ini merupakan perusahaan yang sangat membanggakan negeri ini. 

Liburan Hampir Tiba, Yuk Siapkan Dananya

Jakarta - Akhir pekan kemarin saya berkesempatan menghadiri sebuah acara makan malam akhir tahun dan networking yang diadakan di sebuah rumah mewah di kawasan Kebayoran.

Terlihat muka-muka familiar sosialita yang selalu kita lihat di majalah-majalah “orang kaya”, yang juga sibuk berfoto-foto dengan fotografer majalah-majalah tersebut. Topik hangat pembicaraan malam itu adalah, mau ke mana liburan akhir tahun Anda?

Masing-masing dari orang-orang ini asyik menceritakan rencana liburan akhir tahun mereka ke kota atau negara-negara di luar negeri. Beberapa juga asik berbagi cerita pada saat mereka pernah liburan di tahun-tahun sebelumnya.

Kalau mendengar cara mereka bercerita, tentu sebagian dari kita akan merinding dan berpikir berapa banyak uang yang harus dipersiapkan dan akan dihabiskan. Padahal bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, dengan segala macam problem dan kemacetannya, maka liburan sudah menjadi suatu kebutuhan.

Anda sendiri tidak harus kaya raya untuk bisa menikmati liburan tersebut. Akan tetapi anda harus memperhatikan biaya-biaya lainnya di dalam perjalanan liburan yang dapat memperbesar anggaran liburan itu sendiri.

Banyak yang ingin berlibur di dalam kota dan dalam negeri dan mengunjungi tempat wisata Indonesia yang indah ini, tapi dalam kondisi high season akhir tahun ini ternyata bila dihitung biayanya hampir sama dengan berlibur di luar negeri, khususnya dikawasan ASEAN.


Aidil Akbar Madjid - detikfinance
Selasa, 17/12/2013 07:17 WIB
 
 
Analisis: Perencanaan keuangan sangat penting untuk hidup kita, jadi selalu siapkan dana seperlunya

Iuran Dana Jaminan Investor Sebaiknya Diambil Dari Omzet Broker

Jakarta -Anggota Bursa (AB) minta iuran dana jaminan investor jangan ditarik dari aset, tapi dari total pendapatan alias omzet. Pasalnya, aset tidak menjadi acuan kontribusi langsung kepada perusahaan.

"Kita mesti bicara lagi soal basis penarikan iuran apakah harus dari aset atau pendapatan. Seharusnya sih dari revenue, itu lebih cocok karena kalau aset belum tentu memberikan kontribusi terhadap perusahaan," ujar Direktur Utama BCA Sekuritas Mardy Sutanto saat dihubungi detikFinance, Selasa (7/1/2014).

PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) atau Securities Investor Protection Fund (SIPF) telah resmi beroperasi pada Januari 2014.

Lembaga ini bertugas mengganti kerugian atau kehilangan dana investor di pasar modal. Namun, kerugian yang diganti ini bukan karena kerugian yang terjadi akibat investasi di pasar modal karena adanya fluktuasi pasar melainkan karena adanya kecurangan atau penggelapan yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau bank kustodian.

Pembayaran kerugian ini salah satu sumbernya berasal dari penarikan iuran kepada seluruh Anggota Bursa (AB) seperti perusahaan sekuritas. Untuk menjadi anggota lembaga ini, setiap AB diwajibkan membayar dana 'join' sebesar Rp 100 juta.

Untuk berikutnya, setiap AB diwajibkan membayar iuran 0,001% dari rata-rata bulanan total nilai aset nasabah tahun sebelumnya. Iuran ini dibayarkan setiap setahun sekali.

Dia menjelaskan, soal besaran klaim yang bisa diganti hanya Rp 25 juta bagi investor pasar modal, angka tersebut dinilainya masih minim. Pasalnya, aset investor di pasar modal nilainya jauh lebih tinggi dari itu.

"Itu mungkin untuk investor kecil masih bisa tercover tapi untuk investor besar angka itu belum bisa memproteksi," terang dia.

Selain itu, pihak otoritas juga masih perlu sosialisasi terkait adanya perlindungan dana investor di pasar modal. Hal ini untuk lebih meningkatkan kepercayaan investor masuk ke pasar modal.

"Pihak otoritas harus aktif sosialisasi. Sebagai langkah awal ya kita apresiasi. Itu perlu pembuktian," tandasnya.
(drk/ang)


Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Selasa, 07/01/2014 17:17 WIB






Analisis: Sebaiknya jangan diambil dari omzet broker, karena itu adalah sebuah jatah untuk broker 

Dari Sepatu Lukis, Wanita Ini Raup Rp 16 Juta/Bulan

Jakarta -Musibah tidak harus membuat seorang terpuruk dan berdiam diri meratapi nasib. Hal ini yang dialami oleh Dhani Iskandar misalnya, saat api menghanguskan toko miliknya awal 2007 lalu, tak membuat wanita ini menyerah.

Dhani mampu bangkit lagi mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari usaha barunya. Dari musibah itu lah muncul ide untuk mendesain sepatu lukis.

Berbagai motif kartun dituangkannya dalam sepatu kanvas. Awalnya hanya menghasilkan 6 pasang sepatu, modalnya pun cuma Rp 300 ribu, ternyata banyak yang melirik, alhasil dengan kerja keras, kini Dhani mampu memproduksi 400 pasang sepatu dalam sebulan.

Dengan harga berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per pasang, hasilnya pun lumayan. Dhani bisa meraup omzet hingga Rp 16 juta dalam sebulan.

"Waktu 2007 toko kita kebakaran, akhirnya 2 tahun nggak punya kerjaan, anakku gambar-gambar di sepatu, teman-temannya pada pengen. Terus nitip sepatu lukis di pameran, eh banyak yang suka, akhirnya 2009 akhir buka toko sepatu lukis, saya pun jadi bisa melukis," kata Dhani seraya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Dhani menuturkan, pemasaran sepatu-sepatu lukis miliknya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, sempat ada permintaan 1.000 pasang sepatu dari Amerika Serikat (AS). Sayangnya, permintaan tersebut tidak mampu dipenuhi lantaran kurangnya produksi.

"Se-Indonesai pasarnya sekarang. Pernah juga diminta sama Amerika satu kontainer, isinya 10 ribu pasang sepatu tapi kita nggak bisa, kurang orang, produksi belum mampu," terangnya.

Dhani menyebutkan, saat ini dirinya hanya punya 3 karyawan untuk membantu usahanya ini. "Kita masih dibantu-bantu 3 orang karyawan. Ekspor nggak bisa, kekurangan orang," tutupnya.
(drk/hen)


Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 12/12/2013 09:49 WIB
 
Analisis: Dengan adanya berita ini maka menjadi pelajaran juga untuk semua kalau dengan berbisnis harus dengan tekad yang kuat dan pantang untuk menyerah
 

Korban Tsunami Ini Sekarang Jadi Pengusaha Roti Beromzet Rp 25 Juta/Hari

Banda Aceh -Suara mesin memecah keheningan pagi, di dalam pabrik roti yang berdiri di tengah perkampungan itu. Mereka terlihat memakai seragam berwarna merah, ada yang bertugas membuat adonan, memberi isi roti, dan juga mengemas.

Roti Nusa Indah, roti ini di Produksi di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh. Pemiliknya bernama Nelly Nurila, perempuan kelahiran 39 tahun silam yang mencoba bangkit pasca tsunami memporak-porandakan Aceh 26 Desember 2004 silam. Saat itu, seluruh harta benda milik Nelly hilang.

Nelly berkisah, sejak tahun 2001 dirinya memang sudah pernah membuat roti, hingga tahun 2003, sudah mempunyai empat orang karyawan. Roti itu ia pasarkan di sekitar kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh.

Namun saat usia usahanya baru seumur jagung, musibah tsunami meluluhlantakkan Aceh. Seluruh harta benda yang dimilikinya hancur. Ia hanya sempat menyelamatkan diri dan anaknya dan terpaksa harus tinggal di tenda untuk sementara waktu.

Namun setelah lima bulan pasca tsunami, ia bersama suaminya Muchlis Ismail (43) mencoba bangkit dengan menjual nasi di Lhoknga, Aceh. Di samping itu, mereka berdua juga membuat kue basah untuk dititipkan di warung-warung seputaran Lhoknga. Ia terpaksa menjual nasi untuk mencari modal agar bisa membuat suatu usaha.

"Saat itu, kami tidak punya apa-apa lagi," kata Nelly saat ditemui detikFinance, Minggu (22/12/2013).

Uang dari hasil jualan nasi itu kemudian dikumpulkan, kemudian pada Oktober 2005 usaha membuat rotinya dimulai. Saat itu, ia hanya memproduksi roti dari dua kilogram tepung


Agus Setyadi - detikfinance
Senin, 23/12/2013 12:55 WIB
 
Analisis: Hal ini menjadi contoh untuk semua orang, kalau musibah bukan akhir dari hidup ini.

Elpiji Malaysia Jadi Favorit Warga Perbatasan, Ini Tanggapan Pertamina

Samarinda -Warga Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru hasil pemekaran Kalimantan Timur lebih menyukai elpiji Malaysia, karena dinilai mudah ditemukan. Apa tanggapan Pertamina?

Di Kalimantan Utara misalnya, di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau hingga kota Tarakan, masyarakat setempat lebih memilih elpiji Petronas Malaysia dengan alasan bervariasi, mulai dari kualitas tabung yang lebih tebal dan isinya hingga keawetan saat digunakan.

Di KTT, meski elpiji Petronas dan Shell ukuran 12 kg dan 14 kg dijual hingga Rp 220.000, namun mampu bertahan hingga 3 bulan. Sementara di Kalbar, elpiji Malaysia dijual lebih murah dengan harga Rp 150.000-160.000 per tabung.

PT Pertamina (Persero) Region VI Kalimantan menampik kualitas elpiji Pertamina di bawah Malaysia. BUMN Migas itu menyebut, tabung dan isi elpiji sangat teruji dan memenuhi standar.

"Kualitas tabung elpiji Pertamina sesuai SNO 1591:2008 dengan Valve Double Spindle dan sangat teruji. Perihal kuantitas, sejauh ini tidak ada keluhan dan konsumen dapat menimbang langsung di agen maupun sub agen penjualan," kata GM Marketing Operation Pertamina Region VI Kalimantan Faris Aziz, kepada detikFinance, Selasa (7/1/2014).

"Mungkin (itu) karena kebiasaan sebagian warga yang telah menggunakan tabung tersebut (milik Malaysia) selama ini," ujar Faris.

Lebih lanjut ditanya detikFinance, Faris juga menyangkal perihal elpiji 12 kg yang disebut-sebut langka, khususnya seperti yang terjadi di Kalimantan Utara. Menurut dia, ketersediaan elpiji non subsidi 12 kg, baik di Kalimantan Utara dan Kalbar, sangat memadai.

"Elpiji 12 kg di Kaltara (Kalimantan Utara) dan Kalbar, tersedia cukup dan harga yang wajar. Kalbar disuplai dari kota Pontianak menuju perbatasan Entikong dengan Malaysia," terang Faris.

"Perbatasan Kalbar dengan Malaysia, disuplai dari Pontianak ke Entikong dengan frekuensi 2 hari sekali sebanyak 200 tabung. Ke Badau 300 tabung per minggu dan Sambas sebanyak 300 tabung per 2 minggu," jelasnya.

"Adapun untuk perbatasan Kaltara dengan Malaysia, di Nunukan disuplai dari Agen Pertamina yang berada di Tarakan secara rutin. Jadi, secara umum untuk Kalimantan, ketersediaan elpiji 12 kg juga elpiji 3 kg bersubsidi di Kalimantan, sangat mencukupi," tutup Faris.
(dnl/dnl)


Saud Rosadi - detikfinance
Selasa, 07/01/2014 18:32 WIB





Analisis: Dengan adanya berita ini menjadi pacuan untuk pemerintah agar betul- betul memperjuangkan rakyatnya terlebih yang ada di daerah perbatasan 

RI Bisa Tiru AS, Memasak Tak Pakai Elpiji

Jakarta -Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga harus diubah. Seperti halnya Amerika Serikat (AS) yang tidak lagi menggunakan elpiji, namun langsung dalam bentuk bahan bakar dari gas alam.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, ini bisa menjadi solusi dari kericuhan elpiji 12 kg yang terjadi belakangan ini. Karena banyak faktor yang akhirnya menjadi pertimbangan.

"Kalau di AS kita memasak nggak pakai elpiji, pasang gas langsung ke kompor. Itu gas alam. Itu bisa untuk Indonesia ke depan," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Bambang mengakui, ini merupakan rencana besar dan jangka panjang. Harusnya dengan potensi gas alam yang besar di Indonesia, rencana sudah mulai disusun secara komprehensif.

"Kalau menurut saya memang harus dimulai. Ini kan jangka panjang sekali," ujarnya.

Ia menyatakan, tantangan terbesar adalah infrastruktur seperti pipa gas. Sampai saat ini swasta masih belum berminat, sebab nilai investasi yang cukup besar.

"Sekarang yang ada kan sedikit sekali. Infrastrukturnya kan mahal," ungkap Bambang

Tantangan lainnya adalah elpiji 3 kg yang masih disubsidi oleh pemerintah. Tentunya akan menjadi persoalan, sebab harga tidak kompetitif.

"Lagipula kalau ada elpiji 3 kg disubsidi, siapa yang mau pindah ke gas kota. itu pasti mahal harganya," terangnya.
(mkl/dnl)


Maikel Jefriando - detikfinance
Selasa, 07/01/2014 20:04 WIB
 
 
Analisis: Menurut saya hal ini harus dipikir kembali, karena kondisi status perekonomian rakyat amerika serikat dengan indonesia jauh berbeda
 

Wamenkeu: Pertamina Bisa Tutup Bisnis Elpiji 12 Kg, Tapi Nggak Mungkin

Jakarta -Karena selama ini rugi menjual elpiji 12 kg, PT Pertamina (Persero) harusnya bisa menghentikan bisnis itu. Tapi bisakah Pertamina menghentikan penjualan elpiji 12 kg ini?

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan itu bisa jadi pilihan Pertamina. Apalagi ketika perusahaan seakan terjepit dalam kebijakannya. Belum lagi, elpiji 12 kg tidak disubsidi oleh pemerintah.

"Bisa ditutup (bisnis). Itu yang berat untuk Pertamina, nggak mungkin kan disetop. Karena nggak ada yang produksi elpiji 12 kg," ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Bila Pertamina menghentikan penjualan elpiji 12 kg, maka yang akan terbebani adalah APBN. Sebab, masyarakat akan beralih ke elpiji 3 kg yang harganya disubsidi. Tahun 2013, realisasi anggarannya mencapai Rp 40 triliun, naik dari pagu anggarannya Rp 30 triliun.

"Kalau nggak, harus 3 kg dengan subsidi. Nggak bisa. Nanti subsidinya naik," sebutnya.

Pilihan lain untuk Pertamina adalah dengan melakukan subsidi silang dari bisnis lain. Akan tetapi, dalam sebuah perusahaan, ini tidak bisa terjadi selama bertahun-tahun.

"Misalnya pengusaha produksi 6 barang, 5 untung 1 rugi. Kemungkinan lainnya bisa subsidi silang yang untuk tutup yang rugi," paparnya.

(mkl/dnl)


Maikel Jefriando - detikfinance
Selasa, 07/01/2014 20:28 WIB
 
 
Analisis: Saya sangat setuju dengan wakil menteri yang mengatakan tidak setuju, karena sebagian dari rakyat ada yang membutuhkan gas elpiji bertabung 12Kg.
 

TUGAS 4



Topik : Sumber Daya Manusia adalah  Kekuatan yang Nyata dalam semua  Bisnis
1.    Pendahuluan
1.1     Pengertian Sumber Daya Manusia
1.2     Pengertian Kepercayaan
       2.   Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan bisnis 
                            2.1     Sumber Daya Manusia yang berkualitas 
                                          2.1.1                 Sikap Para Kru yang selalu tersenyum, ceria, dan senang                                                                       untuk                               membantu
2.1.2                 Pelayanan yang baik
2.1.3                 Tempat dan hiburan yang menarik
2.1.4                 Manajemen yang baik
2.2     Pemimpin yang Baik
2.2.1                 Harus bisa mengenal Kelemahan dan Kelebihan Tim
2.2.2                 Mudah bersosialisasi
2.2.3                 Mendengar aspirasi-aspirasi Tim
2.2.4                  Bijaksana
2.2.5                 Mudah menerima dan memaafkan kesalahan orang lain
2.2.6                 Ramah Tamah terhadap pelanggan
2.2.7                 Sangat memanfaatkan kesempatan kedua
2.3     Kepercayaan Pelanggan terhadap Perusahaan
2.3.1                 Menerima Kritik dan Saran dari pelanggan
2.3.2                 Semakin meningkatkan kualitas produk dan jasa
3.    Penyebab kehancuran bisnis
3.1     Manajer yang acuh terhadap karyawan
3.2     Tidak ramah terhadap pelanggan
3.3     Kepercayaan terhadap manajemen yang rusak
3.4     Staf yang tertekan terhadap aturan perusahaan dan sikap manajer yang  tidak baik
4.    Faktor – faktor yang bisa mempererat tali silahturahmi antar staff
4.1     Semangat Kekeluargaan yang tinggi
4.2     Sering mengadakan pesta bersama
4.3     Mengadakan tour
5.    Contoh Perusahaan yang sudah memiliki SDM yang berkulitas dan belum berkualitas
5.1     Perusahaan Maskapai Penerbangan  Virgin
5.2     Perusahaan di pulau Necker di Karibia

Tugas 5

TUGAS 5


Contoh Paragraf Generalisasi :


Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar memperkirakan bahwa kekeringan di sejumlah daerah tidak akan mengganggu stok beras nasional. Bahkan, rencana impor 2007 akan diundur untuk 2008 karena produksi beras dalam negeri dalam beberapa bulan mendatang mencukupi kebutuhan nasional. Mustafa menjelaskan bahwa stok beras per Juli 2007 sebanyak 1,63 juta ton cukup untuk kebutuhan nasional selama 7 bulan. Rencana pengadaan 1,8 juta ton tahun ini sudah terpenuhi 1,53 juta ton dari pembelian beras petani. Impor beras 2008 diperkirakan hanya 1,3 juta ton, lebih sedikit 200.000 ton dari rencana impor tahun 2007. Dengan demikian, cadangan beras nasional masih dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dan tidak perlu dikhawatirkan sampai akhir 2007.

Contoh Paragraf Analogi 2:

Belajar dengan menggunakan buku dan kertas seperti pedang yang berkepala dua . Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan gundul dan pemansan global terjadi. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik apalagi yang memiliki tingkat ekonomi terbatas serba salah untuk mengambil keputusan seperti saat menggukan pedang berkepala dua yang bisa menyerang 2 arah yang berlawanan.

Contoh Paragraf Kausalitas (Sebab-Akibat):


Mulai tanggal 17 Januari 2002, harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.


Sumber :

http://hanggaryudha.wordpress.com/2013/01/02/contoh-paragraf-generalisasi-analogi-dan-kausalitas/