HARGA BBM: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah
Tugas 3 . (Kelompok 9)
Perekonomian Indonesia
Gejolak harga minyak dunia dan kebijakan penaikan harga
bahan bakar minyak bersubsidi diproyeksi menyebabkan pelemahan nilai tukar di
atas asumsi RAPBN-P 2012, yaitu Rp9.000 per US$.
Tantangan cyclical global menjadi faktor yang menahan laju
penguatan Rupiah.Tantangan cyclical yang dimaksud Oakley, termasuk lonjakan
inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia dan kebijakan penaikan harga BBM
bersubsidi.
Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan
bakar minyak bersubsidi sebagai respon dari kenaikan harga minyak dunia juga
akan menekan kurs.
"RBS melihat penurunan risiko ekonomi global akan terus
menjadi faktor yang menahan laju penguatan nilai tukar Rupiah”
Berdasarkan estimasi RBS, dampak inflasinya mencapai 1%-2%
apabila kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi diterapkan.
RBS juga memproyeksikan kenaikan harga minyak dunia akan
mempengaruhi laju inflasi secara signifikan.
Tingkat inflasi pada kuartal II/2012 diperkirakan mencapai
5,3% dan naik 0,1% menjadi 5,4% pada kuartal III dan IV tahun ini. Namun, jika
harga minyak dunia menyentuh US$150 per barrel, akan ada tambahan inflasi
sebesar 4%.
Akibat tekanan inflasi dan kumulasi tantangan ekonomi
global, RBS memperkirakan kurs pada kuartal II/2012 mencapai Rp9400 per US$,
menguat tipis Rp9.350 pada kuartal III/2012, dan kembali menguat ke level
Rp9.300 per US$ pada kuartal IV/2012.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah
diperdagangkan pada Rp9.160 per USD dengan rata-rata perdagangan harian
Rp9.114-Rp9.206 per USD. Sementara mengutip Bloomberg rupiah berada dikisaran
Rp9.178 per USD dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.124-Rp9.204 per USD.
Head of Research Treasury Divison BNI Nurul Eti Nurbaeti
mengatakan permasalahan kenaikan harga BBM masih menjadi isu utama hingga
kenaikan harga minyak dunia sejak Januari lalu membuat pemerintah menaikkan
harga BBM menjadi 33 persen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar